10.06.09
berTeriMa kaSiH paDa teTangGa [malaYsia.reD]
sudah seharusnya kita bersyukur dan bangga memiliki tetangga seperti Malaysia
bayangkan saja
dari dulu sering berseteru
tapi harusnya kita sadari efek yang ditimbulkan
rasa Nasionalisme muncul di sana sini
mulai dari masalah kedaulatan sampai dengan budaya
coba tengok Amerika
mereka harus bersusah untuk memunculkan rasa nasionalisme dengan membuat berbagai opini bahkan penyerangan ke negara lain karena tetangga mereka tidak ada yang cukup berani membantu memuncukannya
seandainya Malaysia tidak mengklaim wilayah
adakah yang peduli dengan wilayah terluar negeri kita?
seandainya Malaysia tidak mengklaim budaya
adakah yang peduli dengan budaya kita?
ingatkah sejak kapan kita punya batik?
sejak kapan anak muda menyukai batik sebagai pakaian gaul?
kalo kita mengaca pemimpin kita
ingatkah kita ketika GusDur lebih sering memakai batik dalam berbagai kesempatan
bahkan memberikan hadiah bati kepada beberapa pemimpin negara
ketika Hidayat Nur Wahid dari awal masa menjadai ketua MPR lebih sering memakai batik dalamsetiap kesempatan
tapi apakah rakyat sudah merasa diberikan contoh?
haruskah orang lain (malaysia.red) yang mengetuk?
sejak kapan anak muda peduli dengan budaya dan kesenian yang dimiliki?
sekali lagi muncul ketika tetangga kita (malaysia) mencoba mengklaim
sementara masih saja sibuk dengan budaya dugem
dalam ilmu pengetahuan
Malaysia juga menjadi tetangga yg baik
banyak yang tau kalo dahulu kala mereka belajar dari Indonesia
bahkan mengImpor guru dari Indonesia
dan sekarang mereka memberiak bukti bahwa ilmu yang diberikan berguna dan memberikan manfaat bagi kemajuan bangsanya
sudah seharusnya kita bangga dengan saudara kita itu yang sudah membantu kita berintrospeksi diri
mereka tidak tinggal diam terhadap tetangganya
di dalam Islam pun di ajarkan untuk lebih memuliakan tetangga yang dekat daripada saudara tapi jauh
dan inilah buktinya – saatnya
jadi masihkah kita tidak memperhatikan kekayaan khasanah budaya dan alam yang melimpah?
Bangkitlah negeriku
Harapan itu masih ada
jemiro berkata,
Oktober 29, 2009 pada 11:07 am
saya tidak bermaksud membela atau apa, tapi sedikit banyak saya sependapat dengan pendapat anda, saya menyesali banyak dari kita tidak menghargai budaya sendiri dan memang ketika kita kehilangan kita hanya bisa menjerit-jerit dan mengecap sumpah serapah! semoga dengan ini, kita makin menghargai budaya kita sendiri ^^
Maz_Voe berkata,
Oktober 31, 2009 pada 2:24 pm
@jemiro : menghargai dan melestarikan,,,